Minggu, 27 Mei 2012

Rumah Kebaya (Rumah adat Betawi)


Rumah Kebaya 

Rumah Kebaya (rumah adat betawi)  berbentuk atap perisai landai diteruskan dengan atap pelana yang lebih landai, pada bagian teras. Atap rumah ini memiliki ciri yg sama dengan atap rumah2 joglo sebagai dari ciri khas rumah adat pulau jawa. Bangunan ada yang berbentuk panggung dan ada yang menapak di tanah dengan lantai yang ditinggikan. 
Masyarakat betawi lama memiliki adat membuat sumur di halaman depan rumah dan mengebumikan keluarga yang meninggal di halaman samping kanan rumah.

Lisplank rumah kebaya diukir dengan ornamen segitiga berjajar  (gigi balang). 
Di bagian tengah sebagai ruang tinggal tertutup dinding, di luarnya merupakan teras terbuka dikelilingi pagar karawang rendah. 
Lisplank ukiran ini memberikan nilai positif estetika arsitektur bangunan ini.



Dinding depan biasanya dibuat dari panil-panil yang dapat dilepas saat pemilik rumah menyelenggarakan acara dan butuh ruang lebih luas. Terdapat tangga pendek dari batu-bata atau kayu untuk mencapai teras rumah. Penggunaan bahan-bahan kayu sehingga menimbulkan banyak kesan alami.rumah yang terkesan alami ini sehingga menimbulkan rasa nyaman dan ramah lingkungan.

Di bagian tengah sebagai ruang tinggal tertutup dinding, di luarnya merupakan teras terbuka dikelilingi pagar karawang rendah.
sketsa denah rumah kebaya
Ruang-ruang terbagi dengan hirarki dari sifat publik di bagian depan menuju sifat privat dan service di bagian belakang. Setelah ruang tamu terdapat ruang keluarga yang berhubungan dengan dinding-dinding kamar, ruang ini dinamakan ‘pangkeng’. Selanjutnya ruang-ruang berfungsi sebagai kamar-kamar tidur dan terakhir adalah dapur (srondoyan).Ruang berikutnya adalah kamar tamu (paseban).


Beranda depan adalah tempat untuk menerima atau menjamu tamu dan bersantai bagi keluarga yang diberi nama ‘amben’. Ruang depan ini kebanyakan bersifat terbuka sehingga orang bisa langsung melihat alam lingkungan disekitarnya dan merasakan hawa sejuk sekeliling rumah.



 Lantai teras depan (Gejogan) dihubungkan tangga yang disakralkan oleh masyarakat betawi  (balaksuji), satu-satunya lokasi penting untuk mencapai rumah.teras lebih tinggi dari halaman rumah sehingga di waktu hujan tak terkena banjir ataupun luapan air.









Dari teras yang berguna sekalian ruang tamu dengan ruang terbuka sehingga orang bisa merasakan asri nya lingkungan sekitar rumah.